Stres Pada Bayi Kenali Penyebab dan Penanganannya

Stres Pada Bayi Dapat Terjadi Yuk Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya

Bayi-juga-bisa-stress-small

Stres pada bayi, stres bisa terjadi pada bayi loh bunda. Namun sayangnya, bayi belum bisa berbicara apa yang menyebabkan bayi merasa harus menangis histeris. Tugas kita sebagai ibundanya untuk membuat bayi merasa nyaman dan terhindar dari stres tinggi. Yuk, mari kita kenali dulu gejala stres pada bayi dan penyebabnya, setelah itu mari segera temukan solusi yang tepat untuk penanganannya.

 

Gejala Stres Pada Bayi

1. Menangis dan rewel. Menangis serta menjadi rewel adalah hal yang paling mudah dikenali apabila bayi Anda sedang mengalami stres. Semakin keras menangis dan lama tangisannya, tanda dia semakin stres.

2. Pemuram. Jika biasanya bayi Anda ceria dan lincah kini ia pemuram dan tidak mau diajak bermain.

3. Tidur tidak nyenyak. Batita sangat membutuhkan tidur pulas dan nyenyak dalam masa pertumbuhannya. terkadang bayi pun tidak dapat tidur dengan nyenyak dan gelisah, Anda harus paham dan mewaspadai bila bayi kecil Anda sering kali tidur tidak dapat nyenyak atau gelisah. bisa saja bukan karena popoknya basah mengompol, kehausan atau karena bayi Anda lapar.

4. Berubahnya keadaan Kondisi fisik. Stres dapat menyebabkan anak kehilangan selera makan dan pasti akan berdampak menyusut turun berat badannya akan berkurang. Selain itu stres juga biasanya dapat menyerang organ tubuh paling sensitif, contohnya kulit. Tanpa pemicu alergi, kulit seseorang bisa menunjukkan gejala alergi pada kulitnya jika ia stres.

5. Tidak mau ditinggalkan oleh ibunya. Bayi semakin tidak mau dilepas dan maunya terus menerus pada ibunya. Yang biasanya jika ibu tak ada di sisinya tidak masalah, kini Anda pergi sebentar saja dia menangis dan rewel tidak ingin dilepas.

 

Penyebab Stres Pada Bayi

1. Kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Lapar atau haus dan Anda tidak segera memberinya makanan atau minuman. Sering ditinggal sendirian sehingga kurang perhatian.

2. Rasa sakit dan tidak nyaman. Bayi tidak dapat mengatakan jika bagian mana dia merasa sakit atau tidak nyaman. Bila orang tua atau pengasuh tidak bisa mengenali sumber penyakit itu, bayi bisa stres.

3. Ayah dan ibu bertengkar. Bayi bisa sangat peka dengan kondisi emosi orang tuanya. Dia bisa merasakan situasi tegang dari ekspresi wajah dan nada bicara yang tinggi dan keras.

4. Tertular ibu. Ibu stres dapat menyebabkan bayi ikut stres, karena cara menangani bayi akan menjadi tidak tenang. Bayi dapat merasakan tekanan otot saat digendong, ekspresi wajah dan nada suara ibunya.

5. Sering pindah rumah. Menyebabkan anak tidak memiliki ‘home base’ yang memberinya rasa aman dan nyaman. Meski anak tetap dalam pengasuhan ibunya, ibu yang tidak mudah beradaptasi dapat mempengaruhi pengasuhannya pada bayi.

6. Berganti-ganti pengasuh dalam waktu singkat. Menyebabkan sering terjadi perubahan cara mengasuh. Bisa muncul perilaku menarik perhatian orang dengan cara negatif, misalnya sering menganggu, dan anak juga jadi mudah rewel atau mudah marah.

 

Menangani Stres Pada Bayi

 

Kenali Temperamen Bayi

Sebelum Anda menolongnya, kenali temperamen bayi Anda. Ada tiga tipe temperamen anak, yaitu mudah, sulit dan slow-to-warm-up. Bayi dengan temperamen mudah takkan sulit beradapatasi dengan perubahan. Sebaliknya, bayi bertemperamen sulit lebih mudah stres karena sulit beradaptasi. Sedangkan bayi bertemperamen slow-to-warm-up bisa beradaptasi tapi butuh waktu lebih lama. Tergolong tipe mana bayi Anda?

Anda bisa mengenali temperamen bayi Anda, sejak ia dibawa pulang dari rumah sakit. Bayi dengan temperamen sulit akan terus menangis padahal secara fisik tak ada masalah, serta semua kebutuhannya sudah terpenuhi.

Setelah Anda kenal temperamen bayi Anda, bantu ia lepas dari stresnya dengan cara:

1. Memenuhi kebutuhan dasarnya. Seperti makan, minum dan kasih sayang secara konsisten. Kebutuhan dasar terpenuhi membuat bayi merasa tenang dan aman.

2. Menciptakan lingkungan yang kondusif, berikan kehidupan stabil untuk bayi dengan hidup menetap. Ciptakan suasana rumah yang nyaman huni, tidak berisik, sejuk dan damai. Hindari bertengkar di dekat anak. Perbaiki pola hidup Anda agar Anda tidak stres.

3. Mengawasi pengasuh. Meski mempercayakan bayi pada pengasuh, bukan berarti Anda lepas tanggung jawab. Anda adalah pihak yang seharusnya paling tahu tentang semua hal yang berkaitan dengan bayi Anda. Pengasuh yang Anda percaya dan tampak bertanggung jawab belum tentu mengasuh bayi dengan baik dan penuh kasih sayang.

 

Hal Lain Yang Perlu Diketahui

1. Stres karena lapar, haus atau kurang perhatian dari orang tua segera lenyap bila kebutuhan itu terpenuhi. Namun, Anda harus tetap waspada karena berhenti menangis tidak berarti bahwa bayi Anda sudah tidak stres.

2. Bayi yang stres karena mendapat perlakuan kasar dari pengasuh tetap merasakan ketidaknyamanan itu meski dia sudah tidak sering menangis. Dampaknya terlihat saat anak lebih besar.

Baca juga artikel menarik lainnya seputar Tips Perawatan Bayi, Radiasi Ponsel Ganggu Perkembangan Otak Bayi